a Fairy tale Catcher, Time and Place Traveler, and soon-to-be Dream Achiever
Jumat, 12 November 2010
cerpen : Pagi penuh perjuangan.
Saat matanya terbuka dan melihat ke arah jam, kontan Anggie langsung berteriak.
“ARRRGGHHH!!!!! Gila! Telat gw!”
Anggi langsung menuju kamar mandi, mencuci muka dan sikat gigi. Tanpa mandi ia langsung memakai seragam dan minyak wangi. Dengan asal saja mengambil buku pelajaran yang ada di meja belajar dan langsung turun dari kamar menuju ruang makan.
Dilihatnya meja makan yang masih kosong.
“MAA!!! Sarapannya mana??”
“Lho?? Kamu sekolah hari ini? Mama kira libur, jadinya mama nggak bikin sarapan buat kamu, khan biasanya kamu bangun siang” kata mama dari halaman sambil menyiram bunga.
“Aduuuhh! Gimana nih?”
Dilihatnya sekali lagi jam dinding, 15 menit lagi gerbang sekolahnya akan di tutup. Asal saja dia memakai kaos kaki dan sepatu seadanya, yang ada di depannya ia pakai. Sembil setengah berlari ia memanggil taksi yang lalu-lalang di jalan raya di depan gang rumahnya. Namun tak satupun berhenti. Dalam benak Anggi satu menit bagaikan 1 jam. Keringat mengalir di pelipisnya. Akhirnya ada juga taksi yang berhenti.
“SMA 81 Pak! Cepet ya, ngebut!” katanya seraya masuk ke dalam taksi
“Kemana neng?”
“SMA 81 Pak!”
“Oh iya-iya”
Anggi menghela napas panjang, gw pasti nyampe tepat waktu, pikirnya. Namun tak lama Anggi dapat menikmati dinginnya AC, karena jalanan di depannya macet. Dia berpikir keras bagaimana caranya ia sampai tepat waktu. Dilihatnya pangkalan ojek di ujung jalan.
“Saya turun sini Pak, nih uangnya” kata Anggi langsng melesat menuju pangkalan ojek.
Ia sangat bersemangat karena bila dengan ojek, pasti ia akan sampai walalupun jalan di depan macet. Tapi yang tersisa hanyalah motor tua dengan pengendara yang tak kalah tuanya.
“Ojek Neng?” tanya pak tua
“Iya Pak, ke sma 81 ya!”
“Beres”
Motor itu berjalan amat pelan dan tak berani untuk menyalip.
“Bisa lebih cepet nggak Pak?”
“Segini paling cepet Neng, entar malah mogok lagi”
Dengan amarah sudah sampai ubun-ubun dia menyuruh Pak Tua itu untuk bertukar tempat dengannya. Saat stang motor sudah dalam genggamannya, langsung saja ia tancap gas tanpa memikirkan perasaan orang yang duduk di belakangnya. Anggi berbelok ke kana dan ke kiri menghindari mobil-mobil, akhirnya ia berhenti saat lampu merah.
“Nggak keburu nih kalo nunggu lampu merah, tancap aja ya Pak!” sahutnya sambil menerobos lampu merah tanpa ia sadari ada polisi yang melihat mereka.
“Duh Neng, ada polisi ngejar kita Neng!”
Merasa terpojok akhirnya Anggi ngebut sekencang-kencangnya. Tinggal beberapa belokan lagi ia akan sampai ke depan sekolahnya. Namun apa daya, motor yang dia pakai tiba-tiba menurun kecepatannya lalu berhenti dan mogok! Dengan perasaan takut telat dan polisi yang mengejar mereka tanpa pikir panjang Angi langsung memberikan uang lima puluh ribu kepada Pak Tua itu dan langsung berlari.
“Urusan polisi itu bapak yang urus yaaa! Makasih ya Pak! DAGH!!!” teriaknya
Pak Tua itupun tak mampu lagi menghindar dari si polisi. Dengan segenap tekad dan kemapuan, Anggi berlari secepat yang ia mampu. Satu belokan…dua belokan…tiga belokan. Tinggal satu tikungan lagi ia akan sampai di sekolahnya. Tiga menit lagi ia masuk. Anggi berhenti sebentar mengambil napas. Tanpa disadari ia berdiri di samping genangan air dan pada saat mobil lewat, ia-pun terguyur oleh cipratan genangan air tersebut. Seluruh tubuhnya basah. Namun waktu tetap berlalu. Anggi akhirnya mengalah dan memutuskan untuk berlari daripada memaki pengendara mobil tersebut.
Belokan terakhir sudah terlewati, pintu gerbang sudah terlihat. Dua menit lagi.. Anggi terus berlari walaupu kakinya amat sakit. Satu menit lagi…walalu dengan baju basah kuyup ia tetap berlari. 40 detik…sepatunya terasa amat menyiksa kakinya. 10detik lagi…dan sampai lah dia di dalam sekolah.
“SAMPEEE!!!!!!” teriaknya puas
Dilihatnya jam, pas sekali pukul tujuh. Namun keadaan sekolah masih sepi, bahkan terlalu sepi.
“Kok dateng ke sekolah Non?” Tanya Pak Imron, satpam sekolah
“Hah?” tanya Anggi yang terengah-engah
“Saya tanya, kok Non dateng ke sekolah? Sekarang khan sekolah libur Non!”
Anggi langsung jatuh terduduk di tempatnya berdiri. Terbayang semua perjuangannya untuk sampai di sekolah yang—yang ternyata libur!
“AAARRRRRRGGGGHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!”
Kebanyakan orang hanya ingin, tanpa berusaha
Inget girls, apa yang kalian tanem, itu yang kalian petik, kalau ga usaha, ya ga akan dapet. Ingat, enggak akan ada usaha yang sia-sia. Saat menginginkan sesuatu, jangan hanya ingin, tapi di ikuti usaha untuk mewujudkannya. Jika kita ingin bisa berenang, mulailah ikut les renang, jika ingin menjadi fashion designer, mulailah mendesign. Mulai dengan hal-hal kecil yang akan membuat kita jadi besar.
Semua orang mempunyai mimpi, tapi kebanyakan nggak mau bangun untuk mewujudkan mimpi itu. Jangan malas menggapai cita-cita yang mungkin akan menjadi your future job. Jangan takut gagal, karena sukses itu adalah 1% ide dan 99% keringat. So girls, angkat kepala kita, tegakan badan, mulai berusaha menggapai impian. Karena kita generasi muda yang berhasil mewujudkan mimpi, bukan generasi pemimpi
Kamis, 11 November 2010
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT (BAB3)
Para sosiolog mengartikan masyarakat sebagai sebagai kelompok di dalamnya terdapat orang-orang yang menjalankan kehidupan bersama sebagai satu kesatuan yang diikat melalui kerjasama dan nilai-nilai tertentu yang permanen.
1. PERTUMBUHAN INDIVIDU
A. PENGERTIAN INDIVIDU
"Individu" berasal dari kata latin,"individuum" artinya "yang tak terbagi". Jadi,merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untu kmenyatakan suatu kesatuan yang paling kecil danterbatas. Dalam ilmu Sosial, paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup man usia. Dalam ilmu sosial individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa, yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia. Individu berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.
Dengan demikian sering digunakan sebutan "orang-seorang" atau "manusia perseorangan". Sifat dan fungsi orang-orang di sekitar kita adalah makhluk-makhluk yang agak berdiri sendiri: dalam pelbagai hal bersama-sama satu sama lain, tetapi dalam ban yak hal banyak pula perbedaannya. Sejenis tapi tak sama. makin tua semakin maju dan semakin banyak bermacam-macam tingkat peradabannya, terjadi bangsa dengan corak sifat dan tabiat beraneka macam.
Dapatlah disimpulkan,bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial kebersamaan. Ketiga aspek tersebut saling mempengaruhi, kegoncangan pada satu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.
B. PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju ke arahyang lebih maju dan lebih dewasa. Perubahan ini pada lazimnya disebut dengan istilah proses.Untuk selanjutnya timbul beberapa pendapat mengenai pertumbuhan dari berbagai aliran yaitu asosiasi, aliran psiehologi Gestalt dan aliran Sosiologi. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedang keseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sarna lain menjadi keseluruhan oleh asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang seeara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panea indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.
. Menurut para ahli dan aliran ini bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan, sedang bagianbagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi dari pendapat aliran psikologi Gestalt ini dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan itu adalah proses perubahan secara perlahan-Iahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada. Kemudian kita mengenal konsepsi aliran sosiologi di mana ahli dari pengikut aliran ini menganggap bahwa pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIPERTUMBUHAN
a) Pendirian nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Para ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ayah memiliki keahlian di bidang seni lukis maka kemungkinan besar anaknya juga menjadi pelukis.
b) Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Para ahli berpendapat. bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperanan sarna sekali.Pendirian semacam ini biasa disebut pendirian yang environmentalistik. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendirian ini pada hakikatnya adalah kelanjutan dari faham emperisme.
c) Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan lingkungan.
Tahap pertumbuhan individu berdasar psikologi.
a) Masa Vital (umur 0,0 sampai kira-kira 2,0 tahun)
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Menurut Frued tahun pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral,karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidaknikmatan. Pada tahun kedua anak belajar berjalan, dan dengan berjalan itu anak mulaipula belajar menguasai ruang. Di samping itu terjadi pembiasaan tahun akan kebersihan. Melalui tahu akan kebersihan itu anak belajar mengontrol impuls-impuls yang datang dari dalam dirinya.
b) Masa Estetik (umur kira-kira 2,0 tahun sampai kira-kira 7,0 tahun)
Kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera. Dalam masa ini pula tampak munculnya gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara umur 3,0 tahun sampai umur 0,5 tahun. Akan banyak terjadi perentangan hebat selama masa ini.
.
c) Masa Intelektual (umur 7,0 tahun sampai kira-kira umur 13,0 tahun atau 14,0 tahun / masa keserasian bersekolah)
Beberapa sifat khas pada anak-anak padamasa ini antara lain:
1) Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah.
2) Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan, permainan yang tradisional.
3) Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.
4) Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal maka soal itu dianggap tidak penting.
5) Senang membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain, bila hal itu menguntungkan, dalam hubungan ini ada kecenderungan untuk meremehkan anak lain.
Masa keserasian bersekolah diakhiri dengan suatu masa pueral adalah Masa ini demikian khasnya sehingga menarik perhatian. Sifat-sifat khas anak-anak masa peral itu dapat diringkas ke dalam dua hal yaitu :
1) Ditujukan untuk berkuasa yang menimbulkan tingkah laku dari perbuatan yang ditujukan berkuasa, apa yang diinginkan, yang dijadikan idamidamkan adalah sekuat, sejujur, semenang dan seterusnya.
2) Tingkah laku ekstrovers yaitu perbuatan yang berorientasi ke luar dirinya, yang dapat mendorong untuk menyaksikan keadaan-keadaan dunia di luar dirinya dan untuk mencari ternan sebaya untuk memenuhi kebutuhan psikisnya.
d) Masa Remaja (umur 7,0 tahun sampai kira-kira umur 13,0 tahun atau 14,0 tahun)
Masa remaja merupakan masa yang banyakmenarik perhatian masyarakat karena mempunyai sifat-sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya. Ia harus mengarahkan dirinya agar dapat menemukan diri, meneliti sikap hidup yang lama dan mencoba-coba yang baru agar dapat menjadi pribadi yang dewasa. Pada dasarnya ini masih dirinci ke dalam beberapa masa, yaitu :
1) Masa Pra remaja
2) Masa remaja
3) Masa Usia Mahasiswa
2. FUNGSI KELUARGA
A. PENGERTIAN FUNGSI KELUARGA
Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpaiadanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan.Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan itu biasa disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
B. MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA
Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/dirinci kedalam beberapa fungsi, yaitu :
a) Fungsi Biologis, meliputi
- Meneruskan Keturunan
- Memelihara dan Membesarkan Anak
- Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
- Memelihara dan Merawat anggota keluarga.
b) Fungsi Pemeliharaan
- melindungi dari gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah;
- melindungi dari gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan obat-obatan;
- melindungi dari gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar tembok dan lain-lain.
c) Fungsi Ekonomi:
-Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
-Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan keluarga.
-Menabung untuk memenuhi kebutuhan -kebutuhan keluarga dimasa
yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua
dan sebagainya.
d) Fungsi Keagamaan
mengenalkan pelajaran agama sedari kecil, sehingga anak tumbuh menjadi anak yang sukses dunia akhirat.
e) Fungsi Sosialiasi:
- Membina sosialisi pada anak.
- Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat
perkembangan anak.
-Meneruskan nilai-nilai budaya.
3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
1) PENGERTIAN INDIVIDU
Individu berasal dari kata latin, "individuum" yang artinya yang tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling keeil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
2) PENGERTIAN KELUARGA
Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga. Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Durkheim herpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktorpolitik, ekonomi dan lingkungan. Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pcndidikanberpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri scbagai satu gabungan yang hakiki, cscnsial. enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
3) PENGERTIAN MASYARAKA T
Drs. JBAF Mayor Polak menyebut masyarakat (Society) adalah wadah segenap antar hubungansosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan tiap-iap kelompokterdiri atas kelompok-kelompok lehih baik atau subkelompok. Kemudian pendapat dari Prof. M.M. Djojodiguno tentang masyarakat adalah suatu kebulatan daripada segal a perkembangan dalam hidup bcrsama antara manusla dengan manusia. Akhirnya Hasan Sadily berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama. jelasnya : Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang terah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sarna-sama ditaati dalam lingkungannya
4. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
A. MAKNA INDIVIDU
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dihagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Para ahli Psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan .jlwa raga yang keglatannya sebagai keseluruhan, sebagai kesatuan. Kegiatan manusla sehari-hari merupakan kegiatan keseluruhan jiwa raganya. Bukan hanya kegiatan alat-alat tubuh saja, atau bukan hanya aktivitas dari kemampuan-kemampuan jiwa satu persatu terlepas daripada yang lain.
B. MAKNA KELUARGA
Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sarna, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.
C. MAKNA MASYARAKAT
Seperti halnya dengan definisi sosiologi yang banyak jumlahnya kita dapati pula definisi defini"i tentang masyarakat yang juga tidak sedikit. Mengenai arti masyarakat ini, baiklah di sinikita kemukakan beberapa definisi mengenai masyarakat itu, seperti misalnya : 1. R. Linton: Seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sarna, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. 2. M.J. Herskovist : menulis bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu. 3. J.L. Gillin dan J.P. Gillin : mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sarna. Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil. 4. S.R. Steinmetz: seorang sosiologi bangsa Belanda, mengatakan bahwa masyarakat adalahkelompok manusia yang terbesar yang meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebihkecil, yang mempunyai perhubungan yang erat danteratur 5. Hasan Shadily: mendefinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sarna lain. Kalau kita mengikuti definisi Linton, maka masyarakat itu timbul dari setiap kumpulan individu, yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama dalam waktu lama.
Kelompok manusia yang dimaksud di atas yang belum terorganisasikan mengalami proses yang fundamental, yaitu :
a. Adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota.
b. Timbul perasaan berkelompok secara lambat laun atau lesprit de corps.
c. Dorongan untuk melangsungkan jenis. Manusia sebagai makhluk sosial manapuntersusun Suatu himpunan manusia supaya merupakankelompok sosial harus memenuhi syarat-syarat, antara lain : 1. Setiap anggotanya harus sadar bahwa ia merupakan bagian lain kelompoknya.
2. Ada hubungan timbal balik antara anggota-anggotanya.
3. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, seperti nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi yang sama dan sebagainya.
Pandangan hubungan antara individu dan masyarakat sesuai dengan konsep organisme muncul dari Herbart Spencer (1985) diringkas oleh Margaret H Poloma (1979) sebagai berikut:
Masyarakat maupun organisme hidup sama-sama mengalami pertumbuhan.
Disebabkan oleh pertambahan dalam ukurannya, maka struktur tubuh sosial (social body) maupun tubuh organisme hidup (living body) itu mengalami pertambahan pula, dimana semakin besar suatu struktur sosial maka semakin banyak pula bagian-bagiannya, seperti halnya dengan sistem biologis yang menjadi semakin kompleks sementara ia tumbuh menjadi semakin besar Binatang yang lebih kecil, misalnya cacing tanah, hanya sedikit memiliki bagian-bagian yang dapat dibedakan bila dibanding dengan makhluk yang lebih sempurna, misalnya manusia.
Tiap bagian yang tumbuh di dalam tubuh organissme biologis maupun organisme sosial memiliki fungsi dan tujuan tertentu: “mereka tumbuh menjadi organ yang berbeda dengan tugas yang berbeda pula”. Pada manusia, hati memiliki struktur dan fungsi yang berbeda dengan paru-paru; demikian juga dengan keluarga sebagai struktur institusional memiliki tujuan yang berbeda dengan sistem politik atau alconomi.
Baik di dalam sistem organisme maupun sistem sosial, perubahan pada suatu bagian akan mengakibatkan perubahan pada bagian lain dan pada akhirnya di dalam sistem secara keseluruhan. Perubahan sistem politik dari suatu pemerintahan demokratis ke suatu pemerintahan totaliter akan mempengaruhi keluarga, pendidikan, agama dan sebagainya. Bagian-bagian itu saling berkaitan satu sama lain.
Bagian-bagian tersebut, walau saling berkaitan, merupakan suatu struktur-mikro yang dapat dipelajari secara terpisah. Demikianlah maka sistem peredaran atau sistem pembuangan merupakan pusat perhatian para spesialis biologi dan media, seperti halnya sistem politik atau sistern ekonomi merupakan sasaran pengkajian para ahli politik dan ekonomi.
.
5. URBANISASI DAN URBANISME
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinyamasyarakat perkotaan. Proses urbanisasi boleh dikatakan terjadi di seluruh dunia, baik pada negara-negara yang sudah maju industrinya mupun yang secara relatif belum memiliJ.-i industri. Bahwa urbanisasi mempunyai akibat-akibat yang negatif terutama dirasakan oleh negara yang agraris seperti Indonesia ini. Hal ini terutama di sebabkan karena pada umumnya produksi pertanian sangat rendah apabila dibandingkan dengan jumlah manusia yang dipergunakan dalam produksi tersebut dan boleh dikatakan bahwa faktor kebanyakan penduduk dalam suatu daerah "over-population" merupakan gejala yang umum di negara agraris yang secara ekonomis masih terbelakang. Prose" urbansiasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal mana tergantung daripada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Proses tersebut terjadi dengan menyangkut dua aspek. yaitu : perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalimya penduduk yang berasal dari desa-desa (pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan di kota). Sehubungan dengan proses tersebut di atas, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang 73 74 baik. Artinya adalah, sebab suatu daerah mempunyai daya tarik sedemikian rupa, sehingga orang-orang pendatang semakin banyak. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya adalah sebagai berikut : I) Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan atau menjadi ibukota (seperti contohnya Jakarta). 2) Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha perdagangan/perniagaan, seperti misalnya sebuah kota pelabuhan atau sebuah kota yang Ietaknya dekat pada sumber-sumber bahan-bahan mentah. 3) Timbulnya industri di daerah itu, yang memproduksikan barang-barang maupun jasa-jasa.
MANUSIA
Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang mebentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia(ilmu kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan dari energi(ilmu fisika), manusia meruapakan makhluk biologis yag tergolong dalam folongan mamalia(ilmu biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atua selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus(ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri(sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan(ilmu politik), makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
Manusia terdiri dari empat unsr yang saling terkait, yaitu :
Jasad, yaitu : benda kasar manusia yang pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
Hayat, yaitu : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
Ruh, yaitu : bimbingan dan pimpinan tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran , suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
Nafsu, dalam pengertian atau keakuan, aitu kesadaran twntang diri sendiri.
Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menetukan proses-proses ketidaksadaran(unconcius).
Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id. Seringkali disebut sebagai kepribadian “ekslusif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
Superego, erupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kia-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu. Superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dan sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.
HAKEKAT MANUSIA
a.makhluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak ketika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tbuh, dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi.
b.makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptaannya akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu mensiptakan ilmu pengtahuan dan tekhnologi. Adanya nila baik dan buruk, menharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai kehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atausebaliknya. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia ada dua macam yaitu, perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya :
Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan
Perasaan estesis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan
Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan
Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari orang lain.
Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
c.makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mkhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, pataogi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan sebagainya.
d.Makhlik ciptaan tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religius. Dengan kehidupan estesis, manusia mampu menangkap dunia sekitarya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali ( karya) dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estesis kedalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggung jawabkan. Dengankehidupan religius manusia menghayati pertemuannya dengan tuhan.
Semakin dekat seseorang dengan tuhan, semakin dekat pula ia menuju kesempurnaan dan semakin jauh ia di lepaskan dari rasa kekhawatiran. Semakin mendalam penghayatan pada tuhan semakin bermakna pula kehidupannya, dan akan terungkap pula kenyataan manusia individual atau kenyataan manusia subyektif yang memiliki harkat dan martabat tinggi.
Selasa, 09 November 2010
GUNADARMA
Tadinya saya merasa bingung bagaimana kehidupan perkuliahan di Gunadarma, namun sekarang tidak saya rasakan lagi. Jika saya lupa akan jadwal kuliah atau ingin tahu nilai-nilai saya, saya tinggal membuka situs studentsite. Di dalam studentsite banyak terdapat fitur-fitur yang amat membatu mahasiswa baaru seperti saya, pemakaiannya mudah dan jelas. Namun kadang ada kesulitan saat ingin log in kedalamnya. Tugas-tugas dari dosen kadang mengharuskan kita untuk menguploadnya ke student site atau melihat tugas itu sendiri kedalam student site. Yang jelas, students site merupakan website yang amat membantu saya.
Pertama kali saya masuk ke Gunadarma saya bingung dengan nomer NPM saya atau saya berada di kelas mana, jika harus melihat ke kampus, saya bingung harus melihat dimana. Untung saja salah satu teman saya menyarankan saya untuk membuka website baak online. Di baak online saya dapat melihat berbagai informasi terbaru dari Gunadarma disertai tanggal-tanggalnya. Menunyapun tidak sulit dan jujur saya beruntung Gunadarma membuat website seperti ini.
Kadang saya merasa lelah dan bosan dengan perkuliahan di dalam kelas, rasa jenuh tak dapat saya singkirkan, untung saja Gunadarma memiliki cara pengajaran yang berbeda yaitu dengan menggunakan v-class atau virtual, jadi kami para mahasiswa diajarkan untuk berkuliah dengan system internet. Sepertinya Gunadarma tahu dan mengerti kalau mahasiswa butuh sesuatu yang berbeda dan meningkat ilmu pengetahuan, tidak banyak Universitas yang menyediakan fasilitas v-class seperti ini.
Oh iya tugas! Ya saya amat muak dengan tugas-tugas yang di berikan oleh Gunadarma, hamper setiap haru saya harus membuka Google untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas. Tapi tidak semua ada atau mungkin tidak terlihat oleh mata saya, untung saja Gunadarma menyediakan suatu website tempat saya mencari jawaban dari tugas-tugas yaitu UG Open Courseware, disana sudah tertata sesuai dengan jurusannya, jadi memudahkan saya untuk mencarinya.
Gunadarma juga men-support mahasiswanya dengan berbagai situs lainnya yang bisa di lihat di link yang ada di blog saya. Di Gunadarma saya menemukan teman-teman baru yang baik-baik dan mau membantu saya yang amat awam dengan dunia komputer. Sekian postingan saya tentang Gunadarma. Lain kali akan saya tulis lagi hal yang menarik untuk di tulis
JAIPONGAN

Saat ini saya akan membahas tentang salah satu kebudayaan Indonesia, karena saya berasal dari tanah sunda, saya akan membahas tentang tari jaipong atau yang lebih sering di sebut dengan jaipongan.
Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan.
Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul. Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan
.
Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu/Doger/Tayub) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu/Doger/Tayub). Dalam pada itu, eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian dalam Topeng Banjet ini. Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsur gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.
Kemunculan tarian karya Gugum Gumbira pada awalnya disebut Ketuk Tilu perkembangan, yang memang karena dasar tarian itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu, baik dari segi koreografi maupun iringannya, yang kemudian tarian itu menjadi populer dengan sebutan Jaipongan.
Tidak hanya teknologi yang berkembang, tari jaipongan juga berkembang. Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari "Daun Pulus Keser Bojong" dan "Rendeng Bojong" yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Dari tarian itu muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kurniadi.
Awal kemunculan tarian tersebut sempat menjadi perbincangan, yang isu sentralnya adalah gerakan yang erotis dan vulgar. Namun dari ekspos beberapa media cetak, nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat, apalagi setelah tari Jaipongan pada tahun 1980 dipentaskan di TVRI stasiun pusat Jakarta. Dampak dari kepopuleran tersebut lebih meningkatkan frekuensi pertunjukan, baik di media televisi, hajatan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh pihak swasta dan pemerintah.
Kehadiran Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya tari Jaipongan, dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan, dimanfaatkan pula oleh pengusaha pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama Sanggar Tari atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya "kaleran" (utara).
Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan (alami, apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini, sebagai berikut: 1) Tatalu; 2) Kembang Gadung; 3) Buah Kawung Gopar; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinden Tatandakan (serang sinden tapi tidak bisa nyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukan ketika para penonton (bajidor) sawer uang (jabanan) sambil salam tempel. Istilah jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor).
Perkembangan selanjutnya tari Jaipongan terjadi pada taahun 1980-1990-an, di mana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan, dan Tari Kawung Anten. Dari tarian-tarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata, dan Asep.
Sekarang ini tari Jaipongan boleh disebut sebagai salah satu identitas keseniaan Jawa Barat, hal ini nampak pada beberapa acara-acara penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat, maka disambut dengan pertunjukan tari Jaipongan. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke manca negara senantiasa dilengkapi dengan tari Jaipongan. Tari Jaipongan banyak mempengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/terbangan, kacapi jaipong, dan hampir semua pertunjukan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian Pong-Dut.Jaipongan yang telah diplopori oleh Mr. Nur & Leni
Begitulah kira-kira sedikit tentang kesenian Jawa Barat yang sangat terkenal, walaupun segi pandang masyarakat terhadapt tarian ini banyak perbedaan, kita harus tetap melestarikan kebudayaan Indonesia, jangan sampai kebudayaan kita yang satu di claim oleh bangsa lain. Kita sebagai pemuda Indonesia khususnya yang berdarah sunda, harus membantu kelestarian dari tari ini sehingga anak cucu kita nanti dapat menikmati tarian warisan leluhur dari tanah sunda.
Sumber : Ganjar Kurnia. 2003. Deskripsi kesenian Jawa Barat. Dinas Kebudayaan & Pariwisata Jawa Barat, Bandung dan Wikipedia
Senin, 08 November 2010
aku ada karena keluargaku..
Keluarga. Satu kata yang paling berarti buat saya. Saya bisa seperti ini karena keluarga saya yang membentuk pribadi seperti ini. Keluarga saya terdiri dari papa, mama, kakak perempuan dan adik perempuan. Keluarga saya menganut system demokrasi, walaupun bisa dibilang demokrasi terpimpin, karena setiap keputusan yang di musyawarahkan akan di putuskan oleh papa dengan pemikiran beliau yang bijak. Karena itulah saya terbiasa bermusyawarah jika saya sedang berkelompok dan mengharuskan untuk memutuskan sesuatu. Keluarga saya juga sangat dekat, sudah jelas karena keluarga saya lebih banyak wanita, saya dapat menceritakan apapun tentang kehidupan ke mama saya. Beliau seoranga yang berwawasan luas dan tidak kolot namun tetap bijak. Tidak jarang saya dan mama saya berbeda pendapat akan suatu hal, namun akhirnya setelah banyak berbincang akhirnya kami saling mengakui, seringnya mama saya yang benar karena beliau sudah banyak pengalaman, namun pernah pendapat saya yang benar dan mama berbesar hati dan menerimanya.
Di keluarga saya, saya mengerti arti komunikasi yang baik, komunikasi dua arah. Saya bisa jadi pendengar dan pembicara yang baik. Banyak yang mencurahkan hatinya kepada saya dan saya memberi nasihat yang saya dapat dari orang lain saat saya bercerita. Kedekatan keluarga kami amat erat, papa dan mama bisa menjadi orang tua sekaligus sahabat di waktu yang sama. Kunci dari kedekatan keluarga saya adalah komunikasi, komunikasi yang baik. Keluarga saya mengajarkan saya bagaimana mengemukaan pendapat dan tidak menyakiti orang lain, saya juga diajarkan untuk berbesar hati menerima pendapat orang lain walaupun kadang menyakitkan. Saya sangat bersyukur mempunyai keluarga yang lengkap dan dekat seperti ini, walaupun tidak dapat dipungkiri ada sisi negatifnya. Karena keluarga kami amat dekat, orang tua saya terkadang menjurus ke over-protected, karena limpahan kasih saying, saya mengakui saya tumbuh menjadi anak yang cukup manja dan bergantung terhadap orang tua. Saya diajarkan untuk bergaul, berteman dengan siapa saja, karena itulah tak jarang banyak teman-teman saya yang senang main di rumah, karena orang tua saya lebih suka teman-teman saya berkumpul di rumah daripada saya yang pergi ke rumah teman. Karena terbiasa dengan kehidupan berkomunikasi, saya menjadi pribadi yang gampang bergaul, dapat berteman dengan siapa saja. Saya di ajarkan oleh keluarga saya bahwa semua orang bisa menjadi teman, hanya saja saya harus bisa memilih mana teman yang baik dan buruk. Karena pelajaran-pelajaran yang saya dapat dari keluarga saya, sekarang saya menjadi pribadi yang mudah bergaul dan senang berbicara di publik. Saya tidak merasa takut untuk mengemukanan pendapat dan dapat menerima pendapat orang lain.
Oh iya, keluarga saya juga memberikan saya kebebasan yang bertanggung jawab. Tidak sulit bagi saya dan saudara-saudara saya untuk mendapatkan ijin jika ingin berpergian asal dengan jelas menyebutkan kemana saya pergi, naik apa saya pergi, dengan siapa saya pergi dan kapan kira-kira akan pulang. Keluarga saya juga suka berpergian, karena pekerjaan papa saya yang seorang pilot dan mama saya dulunya seorang pramugari, jiva traveling keduanya amat tinggi hingga menurun ke ketiga anaknya. Saya sangat suka traveling, tidak peduli wisata dalam negri ataupun luar negri. Saya amat bersyukur kepada Allah SWT karena keluarga saya diberi rizki yang cukup, pernah suatu ketika keluarga saya di beri cobaan yang berat, semua rizki yang diberi sedikit demi sedikit diminta kembali oleh-Nya. Pada saat itu, keluarga kami tetap kompak dan dapat melewatkan cobaan ini dengan baik. Mama saya adalah seorang wanita yang hebat. Dari beliau saya mengerti dn mempelajari bahwa seorang ibu adalah seseorang yang berjiwa kuat namun berprilaki lembut, saat mendapat cobaan, mama saya sangat kuat, sehingga memberikan semangat kepada papa dan kami semua anak-anaknya, jadi kami dapat bertahan. Kakak perempuan saya juga sering berbagi cerita dengan saya, jadi saya sedikit mengerti bagaimana dunia orang dewasa dengan perspektif dari kakak saya, dia memberi tahukan saya banyak hal, yang membuat saya banyak pengetahuan seperti tentang lagu-lagu ataupun film-film. Kalau adik perempuan saya adalah seooang mood-booster! Saat saya sedang sedih dia pasti bisa memberikan saya semangat lagi, anaknya sangat lucu dan mempunyai banyak sekali jokes yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Saya sangat sayang kepada keluarga saya. Keluarga saya adalah segala-galanya bagi saya setelah Allah SWT, saya akan memberikan apapun untuk keluarga saya, agar mereka bahagia, karena mereka telah mengajarkan saya banyak hal untuk saya sebagai bekal saya untuk menempuh kehidupan yang mandiri kelak. With all my heart I say, I love my family <3>
inilah keluarga saya yang tersayang...
with my lovely dad
with my lovely mom
with my lovely big sister
with my lovely little sister
Senin, 04 Oktober 2010
Perkembangan Komputer di Bidang Kesehatan
Saat ini perkembangan dunia teknologi sangat berkembang pesat terutama dalam dunia IT (Informatic Technology). Perkembangan dunia IT berimbas pada perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Dewasa ini dunia kesehatan modern telah memanfaatkan perkembengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah USG (Ultra sonografi).
USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz - 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Dalam hal ini yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultrasonik dalam menghancurkan sel-sel atau jaringan “berbahaya” ini kemudian secara luas diterapkan pula untuk penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulcus pepticum (tukak lambung), elephanthiasis (kaki gajah), dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris (nyeri dada).
Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonik dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal tersebut disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli saraf dari Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonik melalui tulang tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titik-titik berintensitas rendah. Kemudian George Ludwig, ahli fisika Amerika, menyempurnakan alat temuan Dussik.
Tahun 1949, John Julian Wild, ahli bedah Inggris yang bekerja di Medico Technological Research Institute of Minnesota, berkolaborasi dengan John Reid, seorang teknisi dari National Cancer Institute. Mereka melakukan investigasi terhadap sel-sel kanker dengan alat ultrasonik. Beberapa jenis alat yang dibuat untuk kepentingan investigasi tersebut antara lain B-mode ultrasound, transduser/alat pemindai jenis A-mode transvaginal, dan transrectal. Prinsip alat-alat tersebut mengacu pada sistem radar. Oleh sebab itu mereka kemudian menyebutnya sebagai Tissue Radar Machine (mesin radar untuk deteksi jaringan). Beberapa hasil penelitian lanjutan yang cukup penting dalam bidang obstetri ginekologi antara lain ditemukannya metode penentuan ukuran janin (fetal biometry), teknologi transduser/alat pemindai digital, transduser dua dimensi dan tiga dimensi modern penghasil tampilan gambar jaringan yang lebih fokus, dan penentuan jenis kelamin janin dalam kandungan (Fetal Anatomic Sex Assignment/FASA).
Teknologi transduser digital sekira tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi ini. Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah "suara ultra" termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.
Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.
Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis kedokteran (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari cairan.
Sonograf ini menunjukkan citra kepala sebuah janin dalam kandungan.
Ultrasonografi medis digunakan dalam:
• Kardiologi; lihat ekokardiografi
• Endokrinologi
• Gastroenterologi
• Ginaekologi; lihat ultrasonografi gynekologik
• Obstetrik; lihat ultrasonografi obstetrik
• Ophthalmologi; lihat ultrasonografi A-scan, ultrasonografi B-scan
• Urologi
• Intravascular ultrasound
• Contrast enhanced ultrasound
SUMBER:
Kelompok:
· Allandeman Dawanis
· Amanda ellysse putri
· Gerda Amelia
Kelas: 1IA17
Tugas: PTKI A
