Untuk tugas sofskill kali ini,
saya mendapat tugas untuk membuat web dengan tema dan menggunakan aplikasi
bebas. Akhirnya saya memutuskan memakai aplikasi Adobe Dreamweaver Cs5 dengan
tema artikel bebas, saya memilih mengenai kota Paris.
Pertama saya mencari template yang
sesuai dengan keinginan, saya memilih template Black-Pink template, original
design by Arudis. Tampilan awalnya seperti ini :
Awalnya saya mengubah bagian
navbar, logo header dan background. Bagian navbar saya hanya memakai empat tab,
yaitu home, place, photos dan about and contact. Caranya ialah saya mengcopy
html index (home) lalu mengganti nama dan meng-link kan setiap navbar ke page
yang dimaksud.
Pada bagian propertise, kita
memilih page yang kita inginkan pada kolom link, seperti dibawah ini:
Lakukan untuk keempat navbar
atau page, berikut tampilan code di css-nya:
Untuk pengaturan body
template, kita masuk ke code css-nya:
Disini kita bisa menentukan
color background, image background, font style dan font color.
Untuk pengisian template atau
menulis atau membuat artikel, sebelumnya kita membuat pengaturan di code css
seperti heading, text formating dan lain-lain. Hingga memudahkan kita dalam
penulisan. Contohnya sepert ini:
Untuk pengaturan lay out,
seperti background navbar, footer dan lain-lain, sebelumnya kita buat dulu
pengaturan di css-nya, jika suda sesuai dengan keinginan kita, baru kita edit
di code htmlnya. Contohnya kita mendesain option dan footer. Seperti ini:
(option)
Dibawah ini adalah source
codenya:
(footer)
Saya melakukan link saat
“mandael” di klik maka akan langsung menuju blog saya, bisa diatur dengan
mengisi kolom link pada properties di pengaturan desain atau di source codenya
:
Untuk page “place” dan “about
and contact” saya mengeditnya hampir sama dengan page home (hanya menggunakan
text dan footer). Namun di page place, saya memasukan gambar dengan cara
menginsert image dari desainnya atau menggunakan codenya, sepert ini :
Untuk page photos, saya
mengedit foto sehingga saat foto di klik akan pop-out. Dengan menambahkan code
settingan pada css-nya, seperti ini :
Hasilnya akan seperti ini:
Jika gambarnya di klik, akan
pop out seperti ini:
Setelah mengisi semua page
dengan tulisan yang diinginkan, dengan gambar yang diinginkan, dengan
pengaturan lay out yang diinginkan, berikut hasil akhirnya untuk setiap page :
Sekian tutorial pembuatan web
dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf dan terima kasih.
Pernahkah kalian mendengar
atau melihat atau bahkan menggunakan WWW
atau World Wide Web? Jika kalian sering mengunjungi dunia maya, pasti
jawabannya pernah! Namun pernahkah kalian memikirkan asal mula atau sejarah
dari WWW tersebeut?
Penemu situs web adalah Sir
Timothy John ¨Tim¨ Berners-Lee, sedangkan situs web yang tersambung dengan
jaringan pertamakali muncul pada tahun 1991. Maksud dari Tim ketika merancang
situs web adalah untuk memudahkan tukar menukar dan memperbarui informasi pada
sesama peneliti di tempat ia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat
dimana Tim bekerja) mengumumkan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh
publik.
Namun jika kita melihat jauh
kebelakang, Sejarah Web bermula di European Laboratory for Particle Physics
(lebih dikenal dengan nama CERN), di kota Geneva dekat perbatasan Perancis dan
Swiss. CERN merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh 18 negara di Eropa.
Dibulan Maret 1989, Tim Berners dan peneliti lainnya dari CERN mengusulkan
suatu protokol sistem distribusi informasi di Internet yang memungkinkan para
anggotanya yang tersebar di seluruh dunia saling membagi informasi dan bahkan
untuk menampilkan informasi tersebut dalam bentuk grafik.
Web Browser pertama dibuat
dengan berbasiskan pada teks. Untuk menyatakan suatu link, dibuat sebarisan
nomor yang mirip dengan suatu menu. Pemakai mengetikkan suatu nomor untuk
melakukan navigasi di dalam Web. Kebanyakan software tersebut dibuat untuk komputer-komputer
yang menggunakan Sistem Operasi UNIX, dan belum banyak yang bisa dilakukan oleh
pemakai komputer saat itu yang telah menggunakan Windows. Tetapi semua ini
berubah setelah munculnya browser Mosaic dari NCSA (National Center for
Supercomputing Applications).
Barulah pada bulan Maret 1989
ketika Tim Berner-Lee yang bekerja di Laboratorium Fisika Partikel Eropa atau
yang dikenal dengan nama CERN (Consei European pour la Recherce Nuclaire) yang
berada di Genewa, Swiss, mengajukan protocol (suatu tatacara untuk
berkomunikasi) system distribusi internet yang digunakan untuk berbagi
informasi di antara para fisikawan.
Protokol inilah yang
selanjutnya dikenal sebagai protocol World Wide Web dan dikembangkan oleh World
Wide Web Consortium (W3C). Sebagaimana diketahui, W3C adalah konsorsium dari
sejumlah organisasi yang berkepentingan dalam pengembangan berbagai standar
yang berkaitan dengan web.
Sebuah situs web bisa berupa
hasil kerja dari perorangan atau individu, atau menunjukkan kepemilikan dari
suatu organisasi, perusahaan. biasanya pembahasan dalam sebuah situs web
merujuk pada sebuah ataupun beberapa topik khusus, atau kepentingan tertentu.
Sebuah situs web bisa berisi pranala yang menghubungkan ke situs web lain,
demkian pula dengan situs web lainnya. Hal ini terkadang membuat perbedaan
antara situs web yang dibuat oleh individu ataupun perseorangan dengan situs
web yang dibuat oleh organisasi bisnis menjadi tidak begitu jelas.
Situs web biasanya ditempatkan
pada server web. Sebuah server web umumnya telah dilengkapi dengan
perangkat-perangkat lunak khusus untuk menangani pengaturan nama ranah, serta
menangani layanan atas protokol HTTP yang disebut sebagai Server HTTP (bahasa
Inggris: HTTP Server) seperti Apache HTTP Server, atau Internet Information Services
(IIS).
Arsitektur Web
Apa itu Arsitektur Web? Arsitektur
Website adalah suatu pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs yang,
seperti arsitektur itu sendiri, melibatkan teknis, kriteria estetis dan
fungsional. Seperti dalam arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada
pengguna dan kebutuhan pengguna. Hal ini memerlukan perhatian khusus pada
konten web, rencana bisnis, kegunaan, desain interaksi, informasi dan desain
arsitektur web. Untuk optimasi mesin pencari yang efektif perlu memiliki
apresiasi tentang bagaimana sebuah situs Web terkait dengan World Wide Web.
Didalam Arsitektur web
terdapat HTTP, HTML, URI, XML, XSLT,dan JavaScript. Apakah definisi dan fungsi
dari mereka, mari kita bahas satu per satu :
HTTP adalah sebuah protokol untuk meminta dan menjawab antara
client dan server. Sebuh client HTTP seperti web browser, biasanya memulai
permintaan dengan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di tempat yang jauh
(biasanya port 80). Sebuah server HTTP yang mendengarkan di port tersebut
menunggu client mengirim kode permintaan (request) yang akan meminta halaman
yang sudah ditentukan, diikuti dengan pesan MIME yang memiliki beberapa
informasi kode kepala yang menjelaskan aspek dari permintaan tersebut, diikut
dengan badan dari data tertentu. HTTP berkomunikasi melalui TCP / IP. Klien
HTTP terhubung ke server HTTP menggunakan TCP. Setelah membuat sambungan, klien
dapat mengirim pesan permintaan HTTP ke server. HTTP digunakan untuk
mengirimkan permintaan dari klien web (browser) ke web server, dikembali kan ke
konten web (halaman web) dari server ke klien. HTTP tidaklah terbatas untuk
penggunaan dengan TCP/IP, meskipun HTTP merupakan salah satu protokol aplikasi
TCP/IP paling populer melalui Internet. Memang HTTP dapat diimplementasikan di
atas protokol yang lain di atas Internet atau di atas jaringan lainnya.
Hyper Text Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang
digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi
di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya
banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML
(Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang
digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan
standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World
Wide Web Consortium (W3C). HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan
browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file
yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla
Firefox, Microsoft Internet Explorer, Google chrome dan beberapa browser lain.
URL adalah cara penamaan sebuah berkas di Internet. URL menunjukkan
bagaimana mendapatkan berkas tersebut di Internet. Contoh dari URL:
ftp://ftp.ee.umanitoba.ca/pub/indonesian/00-index.txt Dalam contoh di atas,
ditunjukkan bagaimana mendapatkan berkas {00-index.txt}, yaitu dengan
menggunakan protokol FTP, di mesin yang bernama {ftp.ee.umanitoba.ca}, dan
berkas berada di direktori {pub/indonesian}. Secara umum, URL memiliki
keterangan sebagai berikut:
protokol://nama-mesin[:nomor-port]/direktori/menuju/namafile Protokol yang umum
digunakan antara lain: http, ftp, news, file. Nomor port apabila dihilangkan
dianggap menggunakan port {80}. Seringkali untuk testing digunakan nomor port
{8000}, {8001}, atau {8080}. Penggunaan nomor port diawali dengan tanda {titik
dua}. misalnya: {www.detik.com:8080}.
XML adalah suatu bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan dan
memanipulasi dokumen secara terstruktur. Secara teknis XML didefinisikan
sebagai suatu bahasa meta-markup yang menyediakan format tertentu untuk
dokumen-dokumen yang mempunyai data terstruktur. Bahasa markup adalah mekanisme
untuk mengenal secara terstruktur di dokumen. XML adalah suatu aplikasi profil
dari SGML. Seperti yang didefinisikan dari ISO 8879, SGML adalah cara standart
dan vendor-independent. XML tidak mempunyai definisi secara tepat karena ada
yang berpendapat bahwa XML bukanlah suatu bahasa pemrograman,melainkan XML
merupakan sintaks yang digunakan untuk menjelaskan bahasa markup lain
(Dournaee,2002), sehingga dinamakan meta-language. Meskipun demikian pendapat
yang XML bukan merupakan bahasa markup, didasarkan bahwa XML merupakan bahasa
markup terpisah untuk tujuan terpisah. XML dapat memungkinkan pertukaran
informasi atau data antar device (server, PCs, smart device, aplikasi, dan
situs web). Data ini akan menjadi independent (unlocked), memudahkannya untuk
diorganisir, diprogram, dan dirubah, dan ditukar antar situs web atau aplikasi
apa saja. Karena kebutuhan ini, maka makin banyak teknologi berbasis XML yang
keluar. Contohnya adala SOAP (Simple Project Acces Protocol) dan UDDI
(Universal Description Discovery and Integration). SOAP memungkinkan
aplikasi-aplikasi untuk berkomunikasi melalui standart internet protocol.
Sedangkan UDDI memberikan bisnis-bisnis suatu cara standart untuk menjelaskan
servis mereka dan cara koneksi secara otomatis. Dari sini munculah web service,
yaitu suatu tipe baru software yang dapat dipakai berulang-ulang (seperti
komponen software) dengan pengecualian service ini dapat diakses darimana saja
melalui internet.
XSL Formatting Objects atau
XSL-FO adalah sebuah bahasa
markup XML untuk menata dokumen. XSL-FO adalah bagian dari XSL, sekelompok
teknologi dari W3C yang dirancang untuk transformasi dan penataan data XML.
Bagian-bagian XSL lainnya adalah XSLT dan XPath. XSL-FO adalah bahasa yang
dapat digunakan untuk mengatur tata letak tertentu, warna, tipografi dsb,
dokumen XML untuk digunakan dalam tampilan layar, cetakan, dan media lainnya.XSL-FO juga dinyatakan dalam bentuk XML.
Hal ini meningkatkan fleksibilitasnya lebih lanjut, contohnya memungkinkan
XSL-FO untuk digabungkan dengan XSLT dalam stylesheet yang sama bila
diperlukan.
JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis prototipe yang
berjalan disisi klien. Jika kita berbicara dalam konteks web, sederhananya,
kita dapat memahami JavaScript sebagai bahasa pemrograman yang berjalan khusus
untuk di browser atau halaman web agar halaman web menjadi lebih hidup. Contoh
sederhana dari penggunaan JavaScript adalah membuka halaman pop up, fungsi
validasi pada form sebelum data dikirimkan ke server, merubah image kursor
ketika melewati objek tertentu, dan lain lain. Yang Harus Diperhatikan Dalam
Penulisan JavaScript Yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pemrograman
JavaScript, diantaranya JavaScript adalah “case sensitive”, yang artinya
JavaScript membedakan huruf besar dan huruf kecil. Jika Anda pernah belajar
bahasa pemrograman seperti Turbo C atau C++, maka sama seperti bahasa
pemrograman tersebut, dimana huruf T tidak sama dengan huruf t. Javascript
dapat merespon perintah user dengan cepat, dan membuat halaman web menjadi
lebih responsif, JavaScript melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh HTML
dan PHP.
Macam – macam Web
Macam - macam web sekarang
sangat bervariasi. Kalau dulu hanya ada satu macam website saja, yaitu sebagai
tempat untuk menyebar informasi, kini sudah bermacam-macam. Berbagai website
tersebut di antaranya adalah:
1.Website untuk menyebar informasi kepada
pembaca dan pengunjungnya. Website banyak digunakan oleh perusahaan, instansi,
organisasi, meskipun ada juga perorangan.
2.Blog untuk menyampaikan informasi
bersifat pribadi, sehingga biasanya digunakan oleh perorangan. Meskipun
demikian, sekarang banyak juga perusahaan dan institusi juga menggunakan blog,
karena lebih interaktif dibanding website.
3.Forum adalah situs yang digunakan untuk
berbincang-bincang mengenai berbagai topik yang sudah dikelompokkan tempatnya.
Pengunjung atau peserta biasanya harus mendaftarkan diri terlebih dahulu.
4.Pencari merupakan situs yang digunakan
untuk mencari informasi dengan cara tertentu. Contoh adalah Google dan Yahoo,
meskipun sekarang muncul juga Bing (Microsoft) dan Wolfram Alfa.
5.Wiki yaitu situs yang digunakan untuk
menyimpan berbagai entri seperti kamus atau ensiklopedia. Pengunjung dapat
mencari keterangan tentang satu istilah, nama, atau topik secara lengkap.
6.Penyimpan file adalah situs yang
ditujukan untuk menyimpan berbagai file dalam ukuran besar, sehingga cocok
dipakai sebagai backup. Kapasitas yang disediakan cukup besar, antara 5 hingga
25 GB dan gratis, meskipun yang berbayar akan lebih banyak lagi fasilitas dan
kapasitasnya. Misalnya RapidShare, HotFile, 4Shared, Ziddu, dan Google.
7.Email adalah merupakan situs untuk
berkomunikasi melalui e-mail, kebanyakan bersifat gratis.
8.Jejaring sosial situs yang ditujukan
untuk berkomunikasi secara sederhana, cepat, dan masif. Contohnya adalah
facebook, twitter, friendster, dan yahoo.
Bahasa (Aplikasi) Web
Ada beberapa bahasa
pemrograman dalam pengaplikasian web, berikut beberapa contohnya:
1.Bahasa
Pemrograman HTML
HyperText Markup Language
(HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman
web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. HTML
saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan
penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML berupa kode-kode tag
yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang
diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan
menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet
Explorer.
2.Bahasa
Pemrograman PHP
PHP adalah bahasa pemrograman
script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus
Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form
Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk
mengolah data form dari web. PHP banyak dipakai untuk membuat situs web yang
dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain.
PHP biasanya berjalan pada sistem operasi linux (PHP juga bisa dijalankan dengan
hosting windows).
3.Bahasa
Pemrograman ASP
ASP adalah singkatan dari
Active Server Pages yang merupakan salah satu bahasa pemograman web untuk
menciptakan halaman web yang dinamis. ASP merupakan salah satu produk teknologi
yang disediakan oleh Microsoft. ASP bekerja pada web server dan merupakan
server side scripting.
4.Bahasa
Pemrograman XML
Extensible Markup Language
(XML) adalah bahasa markup serbaguna yang direkomendasikan W3C untuk
mendeskripsikan berbagai macam data. XML menggunakan markup tags seperti halnya
HTML namun penggunaannya tidak terbatas pada tampilan halaman web saja. XML
merupakan suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen.
5.Bahasa
Pemrograman WML
WML adalah kepanjangan dari
Wireless Markup Language, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan dalam
aplikasi berbasis XML (eXtensible Markup Langauge). WML ini adalah bahasa
pemrograman yang digunakan dalam aplikasi wireless. WML merupakan analogi dari
HTML yang berjalan pada protocol nirkabel.
6.Bahasa
Pemrograman PERL
Perl adalah bahasa pemrograman
untuk mesin dengan sistem operasi Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga
tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, PowerPC, BeOS, VMS, EBCDIC,
dan PocketPC. PERL merupakan bahasa pemograman yang mirip bahasa pemograman C.
7.Bahasa
Pemrograman CFM
Cfm dibuat menggunakan tag
ColdFusion dengan software Adobe ColdFusion / BlueDragon / Coldfusion Studio.
Syntax coldfusion berbasis html.
8.Bahasa
Pemrograman Javascript
Javascript adalah bahasa
scripting yang handal yang berjalan pada sisi client. JavaScript merupakan
sebuah bahasa scripting yang dikembangkan oleh Netscape. Untuk menjalankan
script yang ditulis dengan JavaScript kita membutuhkan JavaScript-enabled
browser yaitu browser yang mampu menjalankan JavaScript.
9.Bahasa
Pemrograman CSS
Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu
bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang
ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk
memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian,
bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG
dan XUL. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).
Sekian dari saya tentang Dasar-Dasar Ilmu web, jika ada kesalahan mohon maaf dan terima kasih telah mengunjungi blog ini, di tunggu saran dan kritiknya. Wassalam :)
Wi-Fi merupakan kependekan
dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu komplotan standar yang
digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN)
yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi
802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi
terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang
lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Tekonologi utama yang banyak
digunakan untuk membuat jaringan nirkabel adalah keluarga protokol 802.11,
dikenal juga sebagai Wi-Fi. Keluarga protokol 802.11 dari protokol radio
(802.11a,802.11b, dan 802.11g) telah menikmati popularitas yang luar biasa di
Amerika Serikat dan Eropa. Dengan menggunakan keluarga protokol yang sama, para
produsen di seluruh dunia telah membuat peralatan yang saling interoperable.
Keputusan ini telah tebukti menjadi anugrah yang luar biasa terhadap industri
dan para konsumen. Konsumen dapat memakai peralatan yang menggunakan 802.11
tanpa harus takut terhadap ketergantungan terhadap suatu pedagang. Hasilnya,
konsumen bisa membeli peralatan murah dalam volume yang sudah menguntungkan
para produsen. Jika para produsen memilih untuk tetap memakai protokol mereka
sendiri, sepertinya tidak mungkin jaringan nirkabel dapat semurah dan bisa ada
dimana-mana seperti sekarang ini.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk
penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini
lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang
dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital
assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses
(atau dikenal dengan hotspot) terdekat. Tingginya animo masyarakat --khususnya
di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling
tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu
area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan
kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang
ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup
membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke
tempat dimana terdapat access point atau hotspot. Menjamurnya hotspot di
tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia
jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya
pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika
Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna
Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan
dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang
di kota-kota besar dunia. Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun
2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di
Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan
yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet
berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4
trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari
tahun 2002.
Istilah-Istilah Wireless:
Channel
Bayangkanlah pita frekuensi
seperti sebuah jalan, dan channel seperti jalur-jalur pemisah pada jalan tersebut.
Semakin lebar pita frekuensi, semakin banyak channel yang tersedia. Agar dapat
saling berkomunikasi, setiap peralatan wireless harus menggunakan channel yang
sama.
MIMO
MIMO (Multiple Input Multiple
Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO menawarkan peningkatan
throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah klien yg terkoneksi.
Enkripsi
Enkripsi adalah suatu metode
yang digunakan untuk mengkodekan data sedemikian rupa sehingga keamanan
informasinya terjaga dan tidak dapat dibaca tanpa didekripsi (kebalikan dari
proses enkripsi) dahulu. Contoh : WEP, WPA.
SSID
SSID (Service Set IDentifier)
merupakan identifikasi atau nama untuk jaringan wireless. Setiap peralatan Wifi
harus menggunakan SSID tertentu.
Peralatan Wifi dianggap satu jaringan jika berada dalam SSID yang sama.
POE (Power Over Ethernet)
Teknik pengiriman energi
listrik (arus lemah) malalui cable UTP dengan memanfaatkan DC Injector.
Troughput
Kecepatan dan kemampuan untuk
menerima dan mengirim data.
HotSpot
Area yang menyediakan layanan
internet berbasis wireless.
Sumber:
1.Buku “Jaringan Wireless Di Dunia Berkembang” di
terjemahkan oleh Onno W Purbo dkk
Cloud computing, atau kerap disebut juga komputasi awan, mulai sering dibicarakan belakangan ini. Sebenarnya ini bukanlah teknologi baru, tetapi merupakan satu tahapan evolusi komputasi yang natural melalui beberapa era:
* Mainframe (1970-80) * Client Server (90), diawali dari jaman PC di rumah * Internet (1990-2000) * Virtualisasi * IT sebagai Layanan -> Cloud Computing Komputasi awan sendiri merupakan perwujudan dari demokratisasi teknologi, di mana teknologi sekarang terjangkau untuk siapapun, karena layanan komputasi awan tersedia mulai dari yang gratis sampai berbayar.
Banyak orang mendefinisikan komputasi awan menurut versi sendiri-sendiri, namun kita bisa mengambil patokan dari NIST (National Institute of Standards and Technology) :
On-demand self-service – setiap orang bisa mendaftarkan dirinya sendiri tanpa bantuan siapapun, dan menikmati layanan sesuai kebutuhan
Broad network access – layanan komputasi awan bisa diakses dari manapun, dengan perangkat apapun
Resource pooling – semua sumber komputasi dikumpulkan dan dipergunakan bersama-sama
Rapid elasticity – setiap kebutuhan bisa dilayani secara elastik tergantung kebutuhan saat itu
Measured service – semua layanan bisa diukur (dan ditagih biayanya) sesuai dengan penggunaan aktual
Komputasi awan bukanlah solusi untuk semua masalah TI, tetapi merupakan satu komponen dari satu solusi TI yang lengkap, yang biasanya merupakan gabungan dari layanan awan ditambah dengan aplikasi yang terpasang di server milik sendiri.
Kalau kita berlangganan komputasi awan ibaratnya seperti kita berlangganan air bersih dari PAM (Perusahaan Air Minum), di mana kita tidak perlu menggali sumur sendiri, memiliki dan merawat pompa air sendiri, dan membayar listriknya. Kita tinggal mengambil air bersih sesuai dengan kebutuhan dan membayar iuran bulanan ke PAM.
Beberapa jenis Komputasi Awan
Ada beberapa jenis komputasi awan yang bisa digunakan sesuai kebutuhan :
Komputasi awan gratis untuk konsumer – misalnya layanan seperti email, chating, jejaring sosial, dsb yang banyak tersedia di internet
Komputasi awan berbayar untuk publik – misalnya layanan seperti Office 365 yang berbayar sesuai dengan kebutuhan
Komputasi awan privat –misalnya layanan intranet di dalam satu perusahaan induk besar untuk melayani anak-anak perusahaan
Memanfaatkan keunggulan
Layanan komputasi awan bukanlah solusi untuk semua masalah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Hal terbaik untuk memanfaatkan keunggulan komputasi awan adalah dengan menggabungkannya dengan aplikasi di sisi klien dan juga server milik sendiri (jika ada).
Dengan demikian kita akan mendapatkan banyak keuntungan dari semua fasilitas yang tersedia. Misalnya, kemampuan sisi klien untuk melakukan proses lokal sangat diperlukan pada saat sambungan internet terputus. Dan kemampuan server milik sendiri juga menjadi sangat penting jika terjadi masalah bottleneck pada jaringan internet.
Dengan menggabungkan semua solusi yang ada, kita bisa selalu terhubung pada fasilitas komputasi meski kita sedang berada di tengah laut, ataupun di dalam pesawat tanpa sambungan internet. Dan begitu kita terhubung melalui internet, maka kemampuan client juga diperlukan untuk segera melakukan sinkronisasi dengan layanan komputasi awan.
Di bawah ini adalah beberapa keunggulan utama dari Komputasi Awan :
Mendayagunakan perangkat komputasi lama menjadi sumber komputasi awan. Server yang dibuat setelah tahun 2000 sudah mendukung teknologi yang diperlukan untuk membuat awan. Tidak perlu lagi kita menggunakan perangkat model terbaru jika ingin membuat layanan awan. Namun, perangkat model terbaru memang biasanya lebih hemat daya dibandingkan dengan perangkat lama
Mendorong kinerja departemen TI – Kinerja departemen TI akan mampu memenuhi setiap kebutuhan TI di dalam organisasi dengan cepat sekali. Tidak ada lagi layanan baru yang tertunda karena kendala proses pembelian dan instalasi perangkat baru yang lama. Semua layanan di dalam awan dapat segera diaktivasi dalam hitungan menit
Mengikuti perkembangan jaman dengan mudah – Layanan awan akan membawa organisasi mengikuti perkembangan jaman dengan biaya yang sangat rendah. Tidak ada lagi pembelian-pembelian perangkat keras/lunak yang mahal dalam rangka mengikuti trend. Layanan awan akan memberikan semua fasilitas terbaru secara otomatis yang dikontrol secara terpusat oleh penyedia layanan awan
Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi – Layanan awan akan memberikan kemampuan berkomunikasi dan kolaborasi online kepada semua penggunanya
Terhubung ke siapapun melalui jaringan Internet – layanan awan akan memberikan akses ke setiap orang yang terhubung melalui Internet dengan sangat mudah dan aman
Memudahkan pengaturan biaya dan dukungan teknis (personil IT) – layanan awan memberikan pilihan model biaya yang berbeda dibanding dengan server milik sendiri sehingga perusahaan bisa mengatur biaya dan dukungan teknis secara lebih leluasa
Kekurangan Hal yang paling wajib dalam
komputasi awan adalah koneksi internet, internet bisa dibilang jalan
satu-satunya jalan menuju komputasi awan, ketika tidak ada koneksi internet
ditempat kita berada maka jangan harap bisa menggunakan sistem komputasi awan.
Hal ini masih menjadi hambatan khsusnya bagi Indonesia, karena belum semua
wilayah di tanah air terjangkau oleh akses internet, ditambah lagi sekalipun
ada koneksinya belum stabil dan kurang memadai.
Layanan Standar Komputasi Awan
Banyak sekali perusahaan penyedia jasa yang menjual layanan awan, namun pada dasarnya hanya ada tiga jenis layanan standar :
IaaS (Infrastructure as a Service) – merupakan penyedia layanan sewa perangkat keras di suatu data center. Perangkat yang disewakan berupa server, storage (hard disk), atau switch/router. IaaS merupakan pilihan yang menarik daripada perusahaan harus melakukan pemekaran data center milik sendiri
PaaS (Platform as a Service) – merupakan penyedia layanan platform pemrograman. Layanan ini bisa dimanfaatkan untuk testing, pilot, atau pembuatan prototype suatu layanan lain
SaaS (Software as a Service) – merupakan penyedia layanan aplikasi jadi yang bisa diakses melalui Internet
Layanan mana yang paling tepat untuk suatu organisasi tergantung pada kebutuhan masing-masing.
Pertimbangan Implementasi
Sebelum kita memutuskan untuk menggunakan layanan komputasi awan, kita harus melakukan mempelajari kinerja penyedia layanan komputasi awan yang ada. Beberapa hal yang harus kita pelajari adalah :
Profil Perusahaan – pelajari visi/misi, kultur, komitmen, lokasi pelayanan, jenis layanan, dan sebagainya
Sumber daya, fasilitas, dan aturan – pastikan bahwa penyedia layanan memenuhi kriteria kita terhadap kinerja, keamanan, keselamatan, dan ketaatan terhadap hukum (misalnya lokasi penyimpanan data, dan standar apa saja yang diadopsi)
Paket-paket layanan – bagaimana paket layanan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kita, jenis platform apa yang digunakan, dan tingkat kesulitan bagi kita untuk berpindah dari satu penyedia ke penyedia lainnya
Platform aplikasi – bagaimana aplikasi dikembangkan, dan kemungkinan aplikasi tersebut juga dijalankan di server/data center milik kita sendiri
Layanan tambahan – apakah layanan semacam backup, recovery, archiving, dukungan teknisi, dan help desk sudah termasuk, atau membutuhkan biaya tambahan ?
Administrasi – seberapa mudah kita melakukan aktivasi layanan sendiri tanpa bantuan orang lain ?
Kemampuan integrasi – seberapa mudah aplikasi awan ini diintegrasikan dengan layanan atau sistem lain ? Misalnya integrasi dengan server milik sendiri, atau bahkan integrasi dengan layanan awan yang lain. Perhatikan standar apa saja yang diterapkan, dan siapa yang bisa mengatur masalah ini
Komitmen terhadap SLA (kontrak tingkat layanan) – SLA apa saja yang dijanjikan, dan bagaimana hukumannya jika SLA ini tidak terpenuhi
Aspek Keamanan dan Privasi
Ini yang terpenting. Sebelum suatu perusahaan/organisasi mendapatkan keuntungan dari komputasi awan, ada beberapa aspek yang berkaitan dengan Keamanan dan Privasi di bawah ini yang harus diperhatikan :
1. Manajemen Resiko dan Ketaatan – organisasi yang mulai mengadopsi awan tetap harus bertanggung jawab untuk aspek manajemen keamanan, resiko, dan ketaatan terhadap aturan yang berlaku di industri terkait. Manajemen resiko dan ketaatan ini membutuhkan tim internal yang kuat dan transparansi proses dari penyedia jasa awan.
Rekomendasi : penyedia jasa awan harus menggunakan beberapa framework atau best practice seperti MOF, atau ITIL, dan memiliki sertifikasi seperti ISO/IEC 27001:2005, dan mempublikasikan laporan audit ke SAS 70 type II. Selain itu juga, disesuaikan dengan ketentuan suatu negara, mungkin juga harus taat terhadap PCI atau FISMA.
2. Manajemen Akses dan Identitas – Identitas bisa didapat melalui beberapa penyedia jasa awan, dan harus bersifat interoperabel antar organisasi yang berbeda, penyedia awan yang berbeda, dan berlandaskan proses yang kuat.
Rekomendasi : Autentikasi yang disarankan adalah menggunakan beberapa faktor sekaligus, seperti biometric, one time password token (seperti token BCA), kartu ID dengan chip, dan password.
3. Integritas Layanan – Layanan berbasis awan harus dibangun dengan landasan keamanan yang kuat, dan proses-proses operasionalnya juga harus diintegrasikan dengan manajemen keamanan di organisasi tersebut. Penyedia layanan awan harus mengikuti proses yang bisa dibuktikan, terdefinisi, dan jelas dalam mengintegrasikan keamanan dan privasi ke dalam layanannya mulai dari titik paling awal, di setiap titik di dalam siklus, sampai paling penghabisan. Selain itu manajemen keamanan dan auditing harus selaras antara penyedia awan dan pelanggan.
4. Integritas Klien – Layanan awan yang digunakan di sisi klien harus memperhatikan aspek keamanan, ketaatan, dan integritas di sisi klien. Integritas klien bisa ditingkatkan dengan menggunakan paduan praktek terbaik.
Rekomendasi : Perkuat sistem desktop, pastikan kesehatan sistem desktop, terapkan IT policy yang tepat, federasi identitas, Network Access Protection dan sebagainya.
5. Proteksi Informasi – Layanan awan membutuhkan proses yang andal untuk melindungi informasi sebelum, selama, dan setelah transaksi. Manfaatkan Klasifikasi Data untuk meningkatkan kontrol terhadap data yang siap dilepas ke awan. Rekomendasi : Gunakan teknologi enkripsi dan manajemen hak informasi (IRM) sebelum data dilepas ke awan.
Tips
Jika suatu perusahaan tertarik untuk menerapkan layanan awan, berikut ini ada beberapa tips:
Mulailah dari hal-hal yang kecil dahulu, misalnya memanfaatkan layanan awan seperti di bawah ini : Email , Calendars , Contact, Messenger, Storage, Document/Productivity, Photo, Group, News/Sport/Wheather, Devices Synchronization (live mesh), Family Safety, Mobile, Map
Petakan kebutuhan bisnis ke layanan awan, jangan lakukan yang sebaliknya.
Belum tentu layanan awan lebih murah, hitung biaya keseluruhan jika sistem dipakai secara penuh. Bandingkan dengan sistem lokal (on premise), dan juga pelajari kemungkinan menggabungkan layanan awan dengan sistem lokal
Lakukan proses sosialisasi dan pembelajaran tentang layanan awan kepada seluruh pegawai di dalam perusahaan
Pelajari kemungkinan masalah teknis seperti interoperabilitas, arsitektur, dan integrasi. Pastikan bahwa format file yang dibuat melalui layanan awan juga sama persis dengan aplikasi lokal di sisi klien
Kita sering mendengar kata
hacker, tapi sebenernya, apa sih hacker itu? Sebagai orang awam mungkin hal
yang pertama ada dipikiran kita adalah hacker adalah orang atau sekelompok
orang jahat yang berniat untuk membobol suatu system, namun apakah benar
seperti itu? Berikut definisi dari berbagai sumber:
Menurut Wikipedia:
Peretas (Inggris: hacker) adalah
orang yang mempelajari, menganalisa, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam
komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh
tantangan.
Menurut Orang Awam:
Hacker adalah orang yang merusak
sebuah sistem
Hacker adalah orang yang mencuri
data milik orang lain melalui jaringan internet.
Hacker adalah mempunyai kemampuan
menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs.
Menurut Orang yang sedikit tahu
tentang IT:
Hacker adalah Sebutan untuk
mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer,
membuat program kecil dan memberikannya dengan orang-orang diinternet.
Menurut Orang yang sangat
mengerti IT:
Hacker adalah Hacker merupakan
golongan profesional komputer atau IT, mereka boleh terdiri daripada jurutera
komputer, pengaturcara dan sebagainya yang memiliki pengetahuan tinggi dalam
sesuatu sistem komputer. Hacker mempunyai minat serta pengetahuan yang mendalam
dalam dunia IT sehingga berkeupayaan untuk mengenal pasti kelemahan sesutu
sistem dengan melakukan uji cuba terhadap sesuatu sistem itu. Namun, para
hacker tidak akan melakukan sebarang kero\usakkan terhadap sesuatu sistem itu
dan ia adalah merupakan etika seorang hacker.
Kesimpulannya , hacker atau
peretas adalah seseorang atau sekumpulan orang yang membuat teknologi internet
semakin maju karena dia/mereka menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk
melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah
sistem komputer ataupun dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang
administrator kembali hidup karena hacker membantu administrator untuk
memperkuat jaringan mereka.
Apakah hacker tipe-tipe dari
hacker? Hacker terbagi 2 jenis, yaitu:
1. White Hat Hacker
Istilah dalam bahasa inggris
White hat yaitu: memfokuskan aksinya bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana
bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana
menerobos sistem tersebut.
2. Black Hat Hacker
Istilah dalam bahasa inggris yang
mengacu kepada peretas yaitu mereka yang menerobos keamanan sistem komputer
tanpa izin, umumnya dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang
terkoneksi ke jaringan tersebut.
Tidak mudah untuk menjadi hacker,
berikut inilah kira-kira tahapan seseorang dari seorang user biasa menjadi
seorang hacker:
1. Mundane Person:Tahapan yang
dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Mundane Person merupakan tingkatan
paling bawah. Seseorang pada tingkatan ini pada dasarnya tidak tahu sama sekali
tentang hacker dan cara-caranya, walaupun ia mungkin memiliki komputer sendiri
dan akses Internet. Ia hanya tahu bahwa yang namanya hacker itu membobol sistem
komputer dan melakukan hal-hal yang negatif (tindak kejahatan).
2. Lamer: Tahapan yang dilalui
oleh mereka yang menjadi hacker. Seseorang pada tingkatan ini masih
dibingungkan oleh seluk beluk hacking karena ia berpikir bahwa melakukan
hacking sama seperti cara-cara warez (dalam dunia underground berarti
menggandakan perangkat lunak secara ilegal). Pengetahuannya tentang hal-hal
seperti itu masih minim, tapi sudah mencoba belajar. Seseorang pada tingkatan
ini sudah bisa mengirimkan trojan (yang dibuat orang lain) ke atau pada
komputer orang lain ketika melakukan obrolan pada IRC atau ICQ dan menghapus
file-file mereka. Padahal ia sendiri tidak tahu persis bagaimana trojan
bekerja. Seseorang yang sukses menjadi hacker biasanya bisa melalui tahapan ini
dengan cepat bahkan melompatinya.
3. Wannabe: Tahapan yang dilalui
oleh mereka yang menjadi hacker. Pada tingkatan ini seseorang sudah mengetahui
bahwa melakukan tindakan hack itu lebih dari sekedar menerobos masuk ke
komputer orang lain. Ia lebih menganggap hal tersebut sebagai sebuah filsafat
atau way of life. Akhirnya ia jadi ingin tahu lebih banyak lagi. Ia mulai
mencari, membaca dan mempelajari tentang metode-metode hacking dari berbagai
sumber.
4. Larva: Tahapan yang dilalui
oleh mereka yang menjadi hacker. Juga dikenal dengan sebutan newbie. Pada
tingkatan ini ia sudah memiliki dasar-dasar teknik hacking. Ia akan mencoba
menerobos masuk ke sistem orang lain hanya untuk mencoba apa yang sudah ia
pelajari. Meskipun demikian, pada tingkatan ini ia mengerti bahwa ketika
melakukan hacking ia tidak harus merusak sistem atau menghapus apa saja jika
hal itu tidak diperlukan untuk menutupi jejaknya
5. menjadi Hacker
Hackerpun terbagi menjadi dua
tingkatan dalam hal keahlian, yaitu:
1. Wizard:Secara harfiah istilah
ini berarti Dukun, Tukang Sihir. Wizard merupakan salah satu tuntunan ketika
menjalankan program, baik pada saat melakukan instalasi, setting, dan
sebagainya.Tingkatan keahlian dari seorang hacker. Istilah ini diberikan pada
seseorang yang telah memiliki pengetahuan luas dibidangnya. Kemampuannya
tersebut tidak diragukan lagi.
2. Guru: Tingkatan keahlian dari
seorang hacker. Istilah ini digunakan pada seseorang yang mengetahui semua hal
pada bidangnya, bahkan yang tidak terdokumentasi. Ia mengembangkan trik-trik
tersendiri melampaui batasan yang diperlukan. Kalau bidangnya berkaitan dengan
aplikasi, ia tahu lebih banyak daripada pembuat aplikasi tersebut.
Bagaiman dengan karakter para
hacker? Kira-kira karakter dari hacker terbagi atas 2, yaitu :
1. Dark-side Hacker: Karakter
dari para hacker yang bersifat merusak. Istilah ini diperoleh dari film Star
Wars-nya George Lucas. Seorang Dark-side hacker sama seperti Darth Vader (tokoh
dalam film Star Wars) yang tertarik dengan kekuatan kegelapan. Hal ini tidak
ada hubungannya dengan masalah “baik” atau “jahat” tapi lebih kepada masalah
“sah (sesuai hukum yang berlaku)” dan “kekacauan”. Seorang Dark-side hacker
punya kemampuan yang sama dengan semua hacker, tapi “sisi gelap” dari
pikirannya membuat ia menjadi unsur berbahaya untuk semua komunitas.
2. Malicious Hacker: Karakter
dari para hacker yang bersifat merusak. Hacker yang memiliki sifat jahat dan
menyerang sistem dengan maksud jahat. Istilah untuk menyebut seseorang yang
merusak sistem orang lain untuk sekedar iseng (tidak merasa bersalah) tanpa
memperoleh apa pun dari tindakannya tersebut.
Sesungguhnya menjadi hacker ada
keuntungan dan kerugiannya, keuntungannya yaitu dapat merambah ke berbagai
tempat, dapat melakukan pemograman, tidak hanya teori, dapat cepat belajar
pemograman. Namun ada juga kekurangannya yaitu sombong, dapat mencuri password,
merusak sistem orang.
Sumber:
DAFTAR PUSTAKA:
a. Lestari Sri, Prasetya, “Kasus
Kejahatan Komputer” Artikel
b. Prabowo W. Onno, “Belajar
Menjadi hacker” Artikel
c.
http://hackertjilieghon.multiply.com/journal/item/2/Definisi_dari_Hacker_dan_Cracker
d.
http://fauzzi23.blogspot.com/definisi_hacer
e. http://roniamardi.wordpress.com/definisi-hacker-cracker/